Langsung ke konten utama

Postingan

368 days later...

Wow wow, sudah 368 hari berlalu dari postingan terakhir di blog ini. Kembali lagi bertemu di Desember!! Setahun ini ngapain aja Ka? Ini pertanyaan yang cukup sulit dijawab, ditanyakan dan ditujukan untuk diri sendiri. Sebenarnya pertanyaan seperti ini tuh sering dibayangi dengan membandingkan apa yang saya capai dengan pencapaian orang lain. Membandingkan ini di satu sisi ada baiknya, menurut saya. Harusnya bisa memotivasi saya agar berusaha lebih keras untuk mencapai sesuatu. Tapi, kadang proses membandingkan ini ujung-ujungnya bisa bikin iri. Ini nih, yang bikin rugi. Karna irinya nggak menghasilkan apapun selain penyakit hati. haha Saya pernah baca tentang Zona Waktu masing-masing orang yang berbeda-beda, di share  di grup WA. Bahwa setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Kolega, teman-teman, adik kelas mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya ...

Welcoming December

Hello December~ My favorite month in the year.  This is a very special post on a special day! Today, the first day of December!! *clap sound* Why is it special? Because on this day, i’m officially growing one year older!! Very special this year, because 28 years ago I was born on Friday, like today. Instead of stating my wish, first of all i wanna say that 27 was a meaningful time for me. I got so much lessons in that age. I also faced many experiences, some of them was kind of unexpected. However, as usual. Good or bad, happy or sorrow, it was part of my life learning lesson. I can’t regret and complain about that. It’s the beauty of growing older. And now, let me officially saying goodbye for my 27.  ~~Bye 27~~ Well, now let’s speak about wish. The only wish that i’m thinking right now is I want to be a  grateful  person.  G rateful  for everything I have. G rateful  for having everyone around me.  G rateful  to...

2017

Entry pertama di tahun 2017! Yeayyy.. Biasanya, ngomongin tahun baru nggak pernah lepas dari yang namanya resolusi atau harapan buat di tahun baru. Dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, saya belum pernah mewujudkan semua resolusi saya yang sudah saya set dengan mantap di awal tahun. Hehe Resolusi yang bisa dibilang "belum waktunya" itu masuk lagi dalam list resolusi tahun berikutnya, gitu terus, sampai terwujud atau terlaksana. Resolusi yang bisa dibilang "abadi" karena sudah lebih dari 5 tahun terus ada di list saya adalah bisa mengendarai kendaraan bermotor! roda dua atau roda empat, belum terlalu minat roda satu atau tiga soalnya, hehe. Sebenarnya sudah sangat ingin saya lepaskan mimpi atau angan-angan ini, karena saya sudah tau alasan kenapa sampai saat ini belum terlaksana. I'm not  brave person, kalau bahasa jujurnya itu nggak nyali. Tapi berhubung belum ada larangan orang yang nggak berani nggak boleh mimpi bisa bawa motor atau mobil...

700 Days of Battle: Us vs The Police

This movie is absolutely worth to watch on my-absolutely-do-nothing-Saturday night! Ini film udah lama banget rilisnya, 2008, dan 2016 ini saya baru nonton. Kali ini saya melebarkan sayap ke film Jepang. Saya memang jarang nonton film Jepang, tapi menurut saya Jepang punya banyak film bagus yang layak ditonton. Apalagi kalau temanya persahabatan, Jepang memang paling bisa deh. Film ini bahkan masuk dalam daftar film komedi terbaik versi saya. So, awalnya saya cuma iseng nyari rekomendasi film Jepang yang bagus ditonton. Dari beberapa blog yang saya baca, di dalamnya pasti ada film ini sebagai film komedi Jepang yang wajib ditonton. So, jadilah saya selanjutnya ngubek2 gugel buat nyari file download nya.  Karena film ini film lama, saya yakin pasti udah banyak di website2 download film plus dengan subtitle yang sudah oke. Akhirnya saya download di  dramacool.com .  Awalnya jujur, saya agak ragu karena posternya nggak menarik buat saya....

Nonton Film

Kalau ditanya hobi, saya pasti jawab membaca. Tapi sebenarnya, saya nggak cuma suka baca, saya juga suka nonton. baik drama serial ataupun film. Hehe. Nonton sama baca novel itu mirip sih, buat saya. Dua media ini bisa banget buat saya terhibur dan belajar. Cuma bedanya, dari novel imajinasi saya melanglang buana, menghidupkan karakter-karakternya versi saya, bahkan terkadang saya lah tokoh utamanya. Tapi kalau di film, karakter-karakter itu sudah tersaji di depan mata tinggal dinikmatin dan dicerna dengan sebaik mungkin. Saya kalau milih film apa yang mau ditonton, disesuaikan dengan mood saya saat itu. Jadi kalau lagi moodnya pengen yang lucu-lucu ya nonton film komedi, kalau lagi pengen yang romantis ya nonton yang drama, kalao lagi melankolis ya  nonton yang sedih, gitu. Tapi maunya tuh, kalau komedi ya yang lucu banget. Kalau sedih ya yang bikin nangis sekalian, gitu, tapi kalau horor ya cukup seadanya aja nggak usah yang terlalu serem. Nggak kuat cyiiiin, haha. ...

Sabtu bersama Bapak.

"Dalam sebuah hubungan butuh dua orang yang sama-sama kuat, bukan yang saling melengkapi kelemahan. Karena menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan menjadi tanggung jawab orang lain" -Cakra Tulisan ini bukan untuk mereview, apalagi mengkritik film. Cuma share aja, gimana kesan saya setelah nonton film ini. Senin 11 Juli yang lalu, di saat yang lain sudah masuk kerja pasca libur lebaran, saya dan adik saya memang sengaja cuti. Mau nonton film Sabtu Bersama Bapak ini. Film ini memang saya tunggu-tunggu, diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Adhitya Mulya. "Sabtu bersama Bapak". Jujur, saya agak takut kalau nonton film yang diangkat dari novel atau buku. Khususnya yang sudah pernah saya baca. Sabtu Bersama Bapak ini saya beli bukunya udah agak lama, nggak ingat tahun berapa. Saya memang suka dengan novel karya Adhitya Mulya, dan istrinya, Ninit Yunita. Jadi pas tau beliau ngeluarin buku baru, saya langsung cek dan tertarik unt...

Mewarnai sesuka hati!

Belakangan ini, fenomena coloring for adult lagi rame banget. Saya nggak tau kapan persisnya, tapi saya mulai ngeh waktu ngeliat ada banyak buku  coloring for adult di Gramedia. Akhirnya saya penasaran, nyoba cari-cari artikel yang ngebahas tentang hal ini. Sebelum saya baca artikelnya, saya memang pernah baca atau dengar (saya lupa baca atau lihat dimana), tentang terapi warna yang bisa mengurangi stres. Coloring book yang ada di rak Best Seller-nya Gramedia sumber gambar: google Dikutip dari  CNN , menurut Marygrace Berberian, Art Therapist bersertifikasi yang juga Asisten Klinis Profesor dan Kordinator Program untuk The Graduate Art Therapy Program di NYU, aktivitas coloring, atau mewarnai memiliki potensi terapis untuk mengurangi kecemasan dan menciptakan fokus, Seperti meditasi, mewarnai bisa mengalihkan otak kita dari pikiran-pikiran lain dan hanya fokus pada satu momen, sehingga membantu mengurangi kecemasan yang kita miliki. Buat saya sendiri, awalnya si...