Langsung ke konten utama

Postingan

Fa Biayyi `Alaa-i Rabbikumaa Tukadzibaan?

Pagi ini saya bangun sedikit terlambat. Entah itu karena mimpi aneh atau memang syaiton betah nangkring di telinga dan mata saya. Tapi, saya terbangun. Pagi ini sedikit sama dengan pagi2 saya sebelumnya. Tak banyak yang berbeda. Lalu muncul dalam benak saya bahwa saya melalui hari-hari yang monoton. hari2 yang menjenuhkan. Sesaat berikutnya, saya berfikir bahwa mungkin saja pikiran saya tadi sudah termasuk sikap yang kurang bersyukur. Lalu terngiang di telinga saya satu ayat dari firman-Nya. فبأي الآء ربكما تكذبان "Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?" (QS: Ar-Rahman: 18) Ya, nikmat Tuhan yang mana yang saya dustakan? Saya masih bisa bangun pagi, masih bisa bernafas dengan baik, saya masih bisa menyunggingkan senyum, saya masih bisa membaca dan berbicara dengan jelas, saya masih dikelilingi oleh keluarga dan teman2.. Astaghfirullahal ‘azhiim.. Astaghfirullahal ‘azhiim.. Astaghfirullahal ‘azhiim.. Maka saya berusaha mengubur semua...

Lupa

Lupa.Harus saya akui (walau berat hati) adalah salah satu sifat jelek saya. Ya memang kenyataannya begitu. Saya ini pelupa, seringkali lupa. Lupa taruh, lupa nama orang, lupa tugas-tugas, dan lupa diri. hihi Katanya (lupa nih, ini katanya siapa, haha) lupa itu termasuk salah satu penyakit kejiwaan. Wooooww, berarti saya ini punya sakit jiwa.. Sejauh ini saya masih bersyukur, saya tidak pernah lupa nama saya. Karena kalau saya lupa nama saya, berarti saya positip amnesia donk.. haha So, saya ini harus sering diingatkan. Terkadang peringatan itu datang pada saya dalam bentuk macam-macam. Ada yang nyata, ada yang samar-samar. Ada yang terkadang sudah dalam bentuk nyata, tapi sayanya yang gak ngeh. Kenapa? ya mungkin karena saya lupa. haha. Saya gak tau kapan saya bisa sembuh dari ‘penyakit’ ini. Mungkin saja ini tidak tersembuhkan. that’s mean, saya harus lebih peka dan sigap mencegah penyakit ini kumat. Salah satunya adalah dengan membuat reminder. Apapun ...

HarPit

Hari ini adalah HARPIT a.k.a Hari Kejepit. Entah siapa yang mencetuskan istilah ini. Harpit, hari kejepit. Hari kejepit adalah suatu hari dimana hari sebelum dan sesudahnya adalah hari libur. Hari yang diharapkan libur oleh semua orang yang ingin libur -orang-orang yang ingin libur lebih panjang. Tapi, apa daya kalo hari kejepit itu tidak diliburkan. Apalagi harpitnya hari Senin. Jadi Sabtu-MInggu libur, Senin masuk, trus Selasanya libur lagi.. Coba kalo Seninnya ikutan libur, jadi sabtu-selasa deh liburnya.. haha Harpit itu bawaannya males ngapa-ngapain *alesan*. Ini aja udah nguap2 entah untuk ke berapa kalinya. Kebayang2 kalo hari ini libur, enaknya di rumah tidur-tiduran sambil nonton DVD Korea.. haha Well, selamat Hari Kejepit. NB: Ini juga pindahan dari Tumblr. 

Mendung

Mendung memang tak selalu diikuti hujan. Tapi, ia hanya sebuah tanda. Tanda bahwa langit telah siap menurunkan hujan. Meski keputusan akhirnya bisa saja cerah. Jadi, hujan atau cerah setelah mendung adalah keputusan-Nya. … Hari ini mendungku dipastikan membawa hujan. Mungkin hujan juga membawa badai. Yang akhirnya membawaku pada cerah. NB: Tulisan pindahan dari tumblr, sepertinya di saat galau.. hehe

Pindahan

Well, udah lamaaaaaa banget saya ga akses ke blog ini. Sebenarnya, saya sempat beberapa kali menulis di tumblr. Tapi sepertinya saya perlu pindahan. Ada beberapa tulisan saya yang bakal saya transfer ke blog ini. Ga ada maksud apa-apa sih, cuma mau tetap menulis di blog dan tumblr aja. Tapi mungkin kalo di blog lebih banyak sesi curhatnya, hehe. Semoga saya tetap semangat mnenulis! Semangaaaat!!

2011

WELCOME 2011 New Hopes, New Spirit Ga kerasa sudah 14 hari berlalu di tahun 2011 ini. Bukan saatnya lagi mengenang 2010, tapi melangkah ke depan dengan tidak mengulangi kesalahan di masa yang lalu. Di tahun baru ini, pasti ada segenggam harapan dan semangat baru. Tak perlu muluk-muluk, saya hanya ingin tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bukankah seharusnya begitu? Kita harus menjadi lebih baik dari yang kemarin agar tidak menjadi orang yang merugi. Kalau dirinci, banyak hal yang saya inginkan di tahun ini. Pastinya adalah bisa menyandang gelar sarjana di tahun ini. Secepat yang saya bisa, lebih cepat lebih baik. Hehe :D. Sebelum umur saya genap 22 tahun, saya sudah harus sarjana.. *amiiiinn Sepertinya, tahun ini akan banyak mencatat sejarah dalam kehidupan saya. Salah satunya ya berkutat di skripsi, kelulusan, dan apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah. Khusus hal yang terakhir ini, saya masih labil. Hihihii.. Saya berharap seiring bergantinya hari di 201...

21

December again.. Tanggal 1 Desember lalu, jadi hari dimana saya sah berumur 21. Saya senang, masih ada teman2 yang mendoakan saya. Tandanya saya masih diperhatikan. Mungkin terlihat sepele, tapi berarti bagi saya. Karena setiap doa dari mereka memotivasi saya untuk melangkah ke depan dengan senyuman.  Saya bersyukur pada Yang Maha Kuasa atas segala yang telah Dia berikan untuk saya sampai saat ini. Terimakasih masih meminjamkan nafas pada saya. Harapan saya, di umur 21 ini saya bisa lebih dewasa, lebih bijak dalam segala hal. Menjadi dewasa sesuai umur saya, 21.. Sudah kepala dua..  Makasih buat Oki yang kadonya sudah ketauan saya sbelum waktunya. Hahaha. Miranda dan Canny, yang telah sukses membuat saya menunggu ucapan dari mereka. Plus kejutan   di tengah malam. Saya senanggg... :D. Mungkin ini ulang tahun saya yang terakhir bersama mereka. Tidak tahu bagaimana tahun depan. Semoga, kalian slalu mengingat saya.. ^.^